RINGKASNYA

  • Fadhl Muhammad Firdaus menghadiri kegiatan Ngopi di Bantul yang diikuti lebih dari 200 guru dan akademisi.
  • Fadhl mengajak generasi muda berkontribusi lewat pendidikan, kemandirian, dan kepemimpinan.
  • Perlindungan siswa dan santri dari kekerasan seksual turut menjadi perhatian dalam kegiatan ini.

Ketua Umum Jogja Karya, Fadhl Muhammad Firdaus, menghadiri kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) yang diselenggarakan UIN Raden Mas Said Surakarta bekerja sama dengan Komisi VIII DPR RI di Bantul, Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 guru dan akademisi.

Dalam kesempatan tersebut, Fadhl memperkenalkan Jogja Karya sebagai ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi membangun Indonesia melalui pendidikan, kemandirian, dan kepemimpinan.

“Anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Kita harus belajar, berkarya, dan mengambil tanggung jawab untuk masa depan Indonesia. Yang muda berkarya, sing nom, sing obah.”

— Fadhl Muhammad Firdaus, Ketua Umum Jogja Karya

Fadhl juga menyatakan dukungannya terhadap perhatian Kepala Kanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej, mengenai pentingnya perlindungan siswa dan santri dari kekerasan seksual. Menurutnya, lembaga pendidikan harus menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang.

Bahiej menegaskan bahwa perlindungan peserta didik merupakan tanggung jawab bersama. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, mengingatkan bahwa pendidikan harus melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan mandiri.

Foto bersama peserta kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam di Bantul
Foto bersama peserta kegiatan Ngopi di Bantul. (Foto: Jogja Karya)

Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Fauzi Muharrom, turut menekankan pentingnya pendidikan yang membangun intelektualitas, karakter, dan lingkungan belajar yang aman.

Melalui Jogja Karya, Fadhl mengajak generasi muda mengambil peran nyata dalam menyiapkan Indonesia yang beradab, sejahtera, dan tetap bersatu.

Jogja Karya — Yang Muda Berkarya. Sing Nom, Sing Obah.